Dokter Fina, Adik Kelasku Semasa SMA Dulu (Bagian 3)



Setelah sekian lama akhirnya dokter Fina telah selesai melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang dikarantina. Kami melanjutkan mengobrol. "Oh ya, kalau boleh tahu, selama ini kerja apa?" Fina bertanya kepadaku. "Aku selama ini usaha kuliner bebek goreng di Jakarta. Sudah lumayan sukses sih, namun usahaku ambruk gara-gara ada Corona, karyawanku saya rumahkan semua" jawabku. "Turut prihatin ya, kenapa tidak kepikiran buka usaha di Jogja saja, hitung-hitung sambil menjaga orangtua" kata Fina memberi saran "Iya Fin, mungkin aku akan pindah usaha ke Jogja, mungkin setelah Corona ini berakhir" jawabku mengiyakan. "Tidak harus menunggu Corona berakhir juga kali, kan bisa dirintis dulu" kata Fina. "Oh begitu ya, baik Fin, terimakasih sarannya" kataku mulai bersemangat. "Kalau kamu bagaimana ceritanya bisa jadi dokter" kataku penasaran. "Aku dulu lulus kuliah terus melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran UGM. Kemudian setelah lulus profesi kedokteran kebetulan aku mendaftar dan lulus diterima menjadi PNS. Sekarangpun aku dengan mendapat beasiswa dari daerah melanjutkan pendidikan spesialis penyakit dalam" kata Fina bercerita panjang lebar. "Wah, kamu hebat ya, pasti sangat beruntung suamimu" kataku memujinya. "Aku belum menikah Mas, belum ada yang cocok" jawab Fina. "Wah kebetulan sekali, aku juga belum menikah, mau dong aku jadi imammu" jawabku setengah bercanda. "Boleh, asal kamu berani kerumah minta restu orangtuaku" jawab Fina tersenyum penuh arti.

Bersambung


Posting Komentar

0 Komentar