Prahara di Tebing Breksi Bagian 5 (Harimau Merapi Jilid 2)

"Mana murid-murid perempuan kalian yang cantik-cantik dan masih muda, akan aku bawa ke Nusakambangan untuk menemaniku bersenang-senang" tiba-tiba Ki Saraga berkata dengan keras sambil matanya jelalatan mencari-cari murid perempuan Ki Satya dan ki Adanu dengan mata cabulnya. "Jaga mulutmu Saraga, dasar mulut sampah" Ki Satya marah sekali. "Dasar pendekar kurang ajar, sudah bosan hidup ya?" Ki Adanu juga marah sekali. Indraswari dan Ambarwati bergidik ngeri tak dapat membayangkan bila bersama Ki Saraga. "Buktikan, omongan besar kalian, maju kalian berdua hadapi seranganku ini" kata Ki Saraga sambil menyerang Ki Satya dan Ki Adanu. Ki Saraga langsung menyerang dengan senjata andalanya rantai panjang yang ujungnya terdapat mata kampak yang sangat tajam. Ki Adanu dan Ki Satya harus berhati-hati jika tidak ingin terkena senjata andalan dari Ki Saraga. Ki Saraga memutar-mutar senjatanya dengan cepat dan sesekali seperti mematuk dengan derasnya menuju badan Ki Satya dan ki Adanu. Tidak dapat dibayangkan apabila senjata itu dapat mengenai korbannya. Pertempuranpun menjadi tidak seimbang, karena perlahan tapi pasti Ki Satya dan Ki Adanu terdesak oleh rantai berujung kampak yang berputar-putar dan mematuk mengerikan mencari mangsa. Untuk mengimbangi senjata dari Ki Saraga dengan terpaksa Ki Satya mengeluarkan senjata pusaka andalannya sepasang pedang tipis yang kelihatannya sangat tajam sekali. Ki Adanu juga tidak mau kalah juga mengeluarkan senjata pusaka andalannya tombak pendek dari kayu sonokeling yang ujungnya terdapat mata pisau yang sangat tajam. Setelah kedua pendekar beraliran putih itu mengeluarkan senjata pusakanya secara perlahan-lahan Ki Saraga mulai terdesak. Ki satya dan ki Adanu dengan padu silih berganti menyerang Ki Saraga. Benturan senjatapun lebih sering terjadi. Setelah bertarung sekian lama ketiganyapun mulai kelelahan. Ki Satya dan Ki Adanu ingin segera menyelesaikan pertarungan. Keduanya meningkatkan serangan dan pada akhirnya pada satu kesempatan, Ki Satya dengan sepasang pedang tipisnya berhasil menggores lengan dari Ki saraga. "Aduh, kurangajar kalian" teriak Ki Saraga kesakitan dan senjatanya terlepas dari genggamannya. "Berhenti, apakah kalian tidak malu mengeroyok sahabatku Ki Saraga" teriak Ki Gardapati menghentikan pertandingan. Mendengar teriakan itu Ki Satya dan Ki Adanu segera meloncat mundur dan menghentikan serangan terhadap Ki Saraga.

Bersambung

Posting Komentar

0 Komentar