Prahara di Tebing Breksi Bagian 6 (Harimau Merapi Jilid 2)

"Sekarang siapa yang akan melawanku, atau apakah kalian akan mengeroyoku juga, ayo maju, aku sama sekali tidak takut" tanya Ki Gardapati kepada Ki Satya dan Ki Adanu. Ki Gardapati adalah tokoh dunia persilatan dari golongan hitam yang sangat ditakuti. Ia sangat kejam dan tidak segan-segan untuk membunuh lawannya. Tingkatan ilmunya jauh melampaui Ki Saraga sahabatnya. Ki Gardapati terkenal dengan julukan bayangan hitam dari laut selatan. Ilmunya yang terkenal adalah Tapak Es Penghancur raga. Setiap orang yang terkena ajian Tapak Es Penghancur Raga bisa beku seluruh badannya dan terluka dalam yang sangat sulit dapat dipulihkan. Ki Satya dan ki Adanu berpandang-pandangan. Sejujurnya keduanya ngeri kalau harus melawan Ki Gardapati. Keduanya sudah kehilangan banyak tenaga ketika melawan Ki Saraga. Apalagi harus melawan Ki Gardapati yang kesaktianya jauh melampaui Ki Saraga belum lagi keadaannya masih segar bugar. "Kenapa kalian tidak menjawab, apakah kalian takut menghadapiku, kalau begitu menyerahlah, biarkan aku menghancurkan padepokan kalian, karena kalian sudah tidak pantas lagi memimpin?" tanya Ki Gardapati mulai tidak sabar. "Baiklah Ki Gardapati, kami berdua akan melawanmu" jawab ki Satya. Mendengar jawaban Ki Satya, Adinata khawatir dengan kondisi kesehatan Ki Satya yang kelelahan dan memberanikan diri untuk tampil melawan Ki Gardapati. "Tunggu guru, ijinkanlah ananda yang melawan Ki Gardapati. Guru berdua silahkan beristirahat dulu" Kata Adinata. Ki Satyapun agak kaget mendengar permintaan Adinata anak muridnya. "Apakah kamu yakin Adinata, sudah tahukah akamu resikonya?" tanya Ki Satya meyakinkan. "Ananda sudah tahu guru, ijinkahnlah ananda untuk melawannya, saya sangat yakin dengan kemampuan ananda" jawab Adinata meyakinkan gurunya. "Baiklah, kamu akan aku beri kesempatan, berhati-hatilah, Ki Gardapti sangat berbahaya" nasihat Ki Satya. "Baiklah guru, mohon ijin guru, saya akan melawannya" jawab Adinata.

Bersambung

Posting Komentar

0 Komentar