Sang Penerus Bagian 8 (Harimau Merapi Jilid 3)

"Hmm, Ki Jangkung guru Gardapati" Ki Satya bergumam sendiri. Ki Satya segera menghampiri Adinata. "Kamu tidak apa-apa nak, apakah ada yang sakit?" tanya Ki Satya khawatir dengan keselamatan muridnya. "Tidak apa-apa guru, saya baik-baik saja, cuma butuh istirahat saja" jawab Adinata. "Oh, syukurlah, mari kita masuk ke dalam padepokan, tadi Ni Satya sudah membuat nasi goreng dan wedang jahe anget kesukaanmu" ajak Ki Satya. "Mari semuanya masuk kedalam untuk makan siang bersama" ajak Ki Satya ke semua murid dipadepokan lereng merapi. "Adinata memang sangat hebat, ia mampu mengalahkan ki gardapati" terdengar bisik-bisik kekaguman dari murid-murid di padepokan lereng merapi. Ki Satya yang mendengar bisik-bisik tersebut menjadi semakin bangga dengan murid kesayangannya itu.

Setelah mengalami peristiwa yang menegangkan, ternyata seluruh warga padepokan lereng merapi menjadi sangat lapar. Mereka makan dan minum sepuasnya sambil bercerita dan bersendagurau. Ada yang makannya di dalam padepokan ada yang makan diluar sambil menghirup udara segar. "Nak, kamu tadi menggunakan jurus getar bumi, bolehkah aku tahu siapa yang mengajarimu?" tanya Ki Satya penasaran. "Sejujurnya saya belajar lewat gambar-gambar yang ada di dinding gua ditengah hutan guru, namun pada saat saya sudah menyelesaikan seluruh jurus yang ada saya baru tau bahwa yang menggambar hurus itu adalah eyang jagratara" jawab adinata. "Apakah kamu bertemu dengan beliau?" tanya Ki Satya lagi. "Iya guru, beliau masih hidup dan sehat segar bugar, bakan beliau yang menyuruh agar saya segera pulang biar guru tidak cemas" jawab Adinata. "Syukurlah kalau beliau masih hidup, semoga suatu saat ia berkenan mengunjungi padepokan" harap Ki Satya.

"Oh ya adinata, karena saya lihat, kamu telah menguasai jurus tapak geledek, bahkan sudah menguasai jurus getar bumi, kamu sekarang aku angkat sebagai pelatih utama menjadi guru bagi murid-murid padepokan yang lain. Aku  mungkin akan lebih banyak mengajar tentang ilmu kebijakan dan kepemimpinan" ujar ki Satya. "Baik guru, ananda bersedia melaksanakan semua nasihat dan perintah guru" jawab Adinata. "Bagus sekali adinata, kamu memang sangat layak menjadi sang penerus padepokan lereng merapi" kata Ki Satya dengan bangganya.

Bersambung

Posting Komentar

0 Komentar